Tidak Serius Berantas Kejahatan,
14 Hari LP Korban TP.351 KUHP di Wilayah Polres Kampar di Pertanyakan
Penulis: Redaksi Yulianu | Sabtu, 25 Juli 2020 | 03:15 WIB Dibaca: 55 kali

Doc: Foto ke 3 Korban Penganiayaan Berat yang Pertanyakan Kinerja Polsek Batu Bersurat Polres Kampar, karena sudah 14 Hari LP Korban TP.351 KUHP di Wilayah Polres Kampar tidak ditangkap pelakunya

KAMPAR, Ungkapriau.com- Pelaku penganiayaan berat terhadap tiga orang korbannya diwilayah Polsek Batu Bersurat Polres Kampar, Riau. Tak kunjung dilakukan penangkapan.

 

Akibat pelaku tidak diamankan oleh Polsek Batu Bersuarat Polres Kampar. Tiga (3) orang korban merasa kecewa dan sekaligus mempertanyakan fungsi dan keseriusan Anggota Polri yang bertugas di jajaran Polres Kampar tentang pemberantas kejahatan di wilayah hukumnya. 

 

Pasalnya, sejak Tanggal 13 Juli 2020. Laporan penganiayaan berat yang dialami oleh 3 orang korban pada Tanggal 11 Juli 2020 diwilayah Hukum Polsek Batu Bersurat Polres Kampar dan sampai detik ini, pelakunya masih bebas berkeliaran alias tidak ditangkap. 

 

Adapun Nama-nama Korban penganiayaan berat oleh kebrutalan inisial RN selaku terduga pelaku 351 KUHP ini terhadap 3 orang korban yang antara lain An Amonie Laia, An Moni Waruwu dan An Fao Z Gulo.

 

Kepada media ini, Amonie Laia (Korban penganiayaan berat) menjelaskan kronologis peristiwa kejadian yang dialaminya. "Ya, pada tanggal 11 Juli 2020 saya bersama Sdra. Moni Waruwu dan Fao Z Gulo ke salah satu warung dimana kami dianiaya dengan memakai pisau oleh pelaku secara membabi buta," jelas Amonie Laia. 

 

Disaat kami sampai di warung itu, pelaku langsung berkata dengan saya "Apakah kalian yang diundang Yosafati Laia untuk mengeroyok saya?". Namun saya tersentak heran dan menjawabnya bahwa saya tidak mengerti apa yang dimaksud pelaku. 

 

Seingat saya belum pernah ada selisih paham di antara kami sehingga menjawabnya dangan tidak mengerti sambil saya keluar dari warung menuju honda untuk mengambil rokok saya yang tersimpan dalam jok honda. 

 

"Benar, karena saya tidak mengerti dan menganggapnya hanya berupa seloro/guraunya sehingga saya menjawabnya bahwa saya tidak paham apa yang disampaikan pelaku sambil saya melangkah mengambil rokok yang tersimpan di dalam jok honda," jelas Amonie Laia. 

 

Belum sempat saya membakar rokok dan pelaku kembali datang dengan langsung meninju bagian muka saya sehingga saya terjatuh. Nah, disaat saya jatuh itu pelaku langsung mengambil pisau yang tersedia di pinggangnya dan menusuk saya secara membabi buta. 

 

"Saya terus mengelak dari tikaman pisau inisial RN (pelaku) sehingga lengan/tangan saya yang terkena pisaunya dengan luka sayat sepanjang 59 jahitan," ungkapnya. 

 

Mengenai luka yang dialami Korban An Moni Waruwu dan Korban An Fao Z Gulo karena berusaha melerai dan menahan pelaku. Jika Moni Waruwu dan Fao Gulo tidak menahan pelaku inisial (RN). Dipastikan saya akan mati ditangan pelaku itu. 

 

Sementara itu, Moni Waruwu juga menambahkan keterangan tentang kejadian penganiayaan terhadap Amonie Laia yang juga dia ikut korban dalama kebrutalan pelakau.

 

"Iya betul, pada kejadian itu, saya dan Fao Gulo sedanga bersama Amonie Waruwu berencana minum diwarung TKP itu. Namun tidak sempat minum dan pelaku langsung menuduh kami diundang seseorang untuk mengeroyoknya," jelasnya. 

 

Setelah pelaku menuding kehadiran kami untuk mengeroyoknya dan disaat itu juga Amonie Waruwu balik tanya kepada pelaku tentang alasan tuduhannya itu. Namun pelaku langsung keluar dari warung itu dan tidak lama kemudian kembali lagi dan langsung meninju Amonie Waruwu (Korban). 

 

"Ya, saya ikut korban dalam kejadian itu karena mencoba menahan pelaku sehingga tangan saya ikut terkena pisau pelaku," bebernya. 

 

Hal yang sama disampaikan Fao Z Gulo yang menyebut kejadian itu, tidak disangka-sangkanya, "Kami memang datang diwarung itu untuk minum dan kebetulan diwarung itu ada pelaku yang langsung menuduh kami mau mengeroyoknya atas suruhan seseorang," ujarnya. 

 

Padahal, menurut Fao Z Gulo selaku saksi kejadian yang juga sebagai korban, mengaku tidak merasa punya masalah didaerah itu dan terlebih kepada pelaku. Tujuan kami melerai pelaku dan pelaku langsung memukul pelipis mata saya dengan pakai batu.

 

Hal berbeda juga ditambahkan salah seorang yang mengaku Nanya A.Rangga Laia kepada media ini mengatakan. "Saya merasa ada keanehan setelah kejadian ini," benernya. 

 

Pasalnya, saat sedang posisi kami mengantarkan ke Rumah Sakit korban luka-luka akibat kebrutalan pelaku tersebut dan secara tiba-tiba seseorang yang mengaku pemilik Kamp/barak Kebun peribadi yang merupakan tempat tinggal pelaku dan sudah terbakar.

 

"Saat seseorang itu menelpon dan sudah saya rekam. Bahkan orang itu menuduh kami yang membakar rumah Kebunnya itu. Selain dia menuduh kami membakar Rumah Kebunnya dan juga meminta persoalan kami dengan pelaku diselesaikan, alasannya karena barak miliknya yang menjadi korban. Ini sangat aneh. jika kami analisis. Bisa-bisanya mereka mambakar rumah dikebunnya dan kami yang dituduh (Balik Fakta)," ungkapnya. 

 

Kepada Kapolres Kampar, AKBP M.Kholid SIK dikonfirmasi Media ini, melalui aplikasi WhatsApp, Sabtu (25/7/2020) terkait keseriusan Kapolsek Batu Bersurat Koto Kampar dalam pemberantasan kejahatan yang terjadi diwilayah hukumnya. 

 

Namun Orang No.1 di Mapolres Kampar ini mengaku belum ada laporan Kapolsek kepadanya terkait kasus penganiayaan berat yang terjadi tanggal 11 Juli 2020 itu. "Saya tanyakan kapolseknya ya mas, saya belum ada laporannya..untuk penanganan bisa langsung kapolsek ya mas," kata M.Kholid singkat. (Yul/Rahmad) 

*
[ Kembali ]
Berita Lainnya
Upah Bongkar TBS Dibawah Standart
PT. Agro Abadi Diduga Kangkangi Perbub Kampar
APRESIASI KINERJA DPRD KAMPAR,
Bupati H.Catur Sugeng S, SH Hadiri Sidang Paripurna Ranperda RPP T.A 2019/2020
Komitmen Meningkatkan Pelayanan Kesehatan Masyarakat,
Bupati Kampar: Dari 242 Desa di Kampar dan 140 Telah Memiliki Mobil Ambulance
Terkesan Pemda Kampar Abaikan Pandangan Dewan,
Fraksi PDIPerjuangan Akan Surati Eksekutif Tembusan Kemendagri
Anggota DPRD Kampar
Anotona Nazara Kunjungi Korban Peledakan Tungku RPS
Home | Politik | Ekonomi | Olahraga | Pendidikan | Budaya | Hukum | Hiburan | Nasional | Internasional | Galeri Foto | Tokoh | Opini | Pekanbaru | Pelalawan | Dumai | Bengkalis | Siak | Kampar | Inhu | inhil | Kuansing | Rohul | Rohil | Meranti | Surat Pembaca | Redaksi