Bertahun-tahun Laporan Lembaganya Mengendap,
LSM-KPK Meminta Keterlibatan Kasmarni di Kasus Hutan Bengkallis Dibuka Kembali
Penulis: Redaksi Yulianu | Selasa, 16 Juni 2020 | 04:04 WIB Dibaca: 56 kali

Doc : Foto Mantan Camat Pinggir yang diduga terlibat dalam dugaan Korupsi Penjual Lahan Kawasan Hutan di Kabupaten Bengkalis, Provinsi Riau.

PEKANBARU, Ungkapriau.com- Ketua devisi investigasi (DI) LSM Komunitas Pemberantas Korupsi tingkat pengurus pusat, Rustam SE menegaskan, segera melayangkan surat ke Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau guna mempertanyakan kembali perkembangan laporan resmi lembaganya yang sudah bertahun-tahun diterima oleh Korps Adhyaksa.

 

Laporan yang dinilai sudah cukup lama itu diterima oleh Kejaksaan Tinggi Riau menurut Rustam SE, berkenaan tentang dugaan persekongkolan dan penyalahgunaan wewenang jabatan oleh oknum pemerintah tingkat desa, kelurahan dan Kecamatan Pinggir yang kala itu dipimpin Sdri. Kasmarni.

 

“Kawasan HPT dan hutan produksi terbatas (HPT)/hutan produksi konversi yang diduga puluhan hektar are terjual diwilayah Kecamatan Pinggir Kabupaten Bengkalis tahun 2011, merupakan hutan negara yang seharusnya dijaga dan dilestarikan untuk kesejahteraan rakyat,” ujar Rustam, di Pekambaru, Senin (15/06/2020).   

 

Dijelaskannya, dalam kasus dugaan korupsi penjualan kawasan hutan milik negara itu di Kecamatan Pinggir, Kabupaten Bengkalis tahun 2011 dan dalam dugaannya melibatkan oknum aparat desa, kelurahan dan kecamatan yang kala itu di bawah Pimpinan Kasmarni. 

 

"Iya benar, laporan lembaga kami dan masih teregister selaku pelapor di Kejaksaan dengan bukti penerimaan laporan bernomor: LP.0269/LSM/KPK/XI/2016/PKU/RIAU tanggal 28 November 2016," jelas Rustam.

 

Ia menuturkan sampai saat ini belum ada titik terang informasi yang diterima dari Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau terkait laporan lembaganya sejak tanggal 28 November 2016 yang lalu.

 

“Informasi yang kami dengar, itupun sudah dua tahun berlalu (2018), berkas laporan tersebut telah dilimpahkan oleh Kejaksaan Tinggi Riau ke Kejari Bengkalis untuk dilakukan penyelidikan lebih lanjut. Namun sampai saat ini, kenjelasan soal perkembangan laporan dari korps adhyaksa kepada organisasi/lembaga kami belum ada,” kesal Rustam.

 

“‎Jika penanganan perkara sudah dilimpahkan dan telah ada pemeriksaan, sudah sejauh mana hasil dari proses penyelidikan dan pemeriksaan atas kasus yang diduga berjamaah tersebut, itu yang perlu kami ketahui supaya publik dan masyarakat tahu kepastian hukumnya” katanya.‎

 

Ia (Rustam) berharap kepada lembaga hukum secara umum khususnya Kejaksaan, agar dapat memperhatikan hak-hak OKP, Ormas/LSM, Mahasiswa dan sebagainya yang peduli dengan pergerakkan korupsi, sebagaimana rujukan pasal 41 ayat (2) sub d Undang-Undang No. 31 Tahun 1999, maksimal 30 hari sesudah laporan pengaduan diterima, sudah terjawab oleh penegak hukum. 

 

“Jaminan pasal 41 ayat (2) sub d Undang-Undang No. 31 Tahun 1999 itu sangat berarti, termasuk mengantisipasi adanya kepentingan-kepentingan kelompok atau golongan yang sengaja laporan perkara yang disampaikan oleh publik dan masyarakat didiamkan, dimanfaatkan dan organisasi/pelapor tindak pidana korupsi itu di intimidasi, diancam dan di kriminalisasi," Rustam SE berharap.

 

“Pastinya, kami LSM Komunitas Pemberantas Korupsi akan datang ke kantor Kejaksaan Tinggi (Kejati) Riau untuk mengetahui sudah sejauh mana proses penanganan atau proses penyelidikan terhadap kasus yang kami laporkan yang diduga melibatkan oknum mantan Camat, Ks bersama pejabat dibawahnya itu. 

 

Kepada Wartawan, Rustam mengatakan, sekira 13 Desember 2017 yang silam, kami pernah menyurati Kejati Riau mempertanyakan soal perkembangan laporan perkara dugaan korupsi penjualan kawasan hutan produksi terbatas (HPT) dan hutan produksi konversi tersebut. Namun oleh sekretaris Kejati Riau, Novi saat itu menyatakan, jika laporan pengaduan Organisasi/LSM kami itu telah disposisi oleh Kepala Kajati ke Aspidsus, ungkapnya.

 

Demi kelancaran informasi, awak media mencoba menghubungi via hendphon milik Ks (Kasmarni). Namun hingga nada dering hendphon mantan Camat Pinggir itu berakhir tak diangkat. 

 

Demikian pula konfirmasi yang dikirim media secara online (SmS) pun tak kunjung dibalas. Bahkan bahan bukti konfirmasi tertulis salah satu media beberapa waktu lalu, tak juga terjawab. Barangkali konfirmasi Wartawan belum terjawab, karena sibuk mengurus masalah suami yang ditahan oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait kasus suap (korupsi) dana proyek multi years atau tahun jamak didaerah Negeri Junjungan Kabupaten Bengkalis. (Yul/Ismail S)

*
[ Kembali ]
Berita Lainnya
Musnahkan Barang Bukti Dikantor LAM,
Kapolda Riau Ajak Semua Pihak Berantas Narkoba
Ditengah Pandemi Covid-19,
Koramil 01 Rumbai Gandeng Masyarakat Kelola Singkong Jadi Dodol
Gegerkan Warga,
Pesawat Tempur Milik TNI-AU Meledak dan Menimpa Pemukiman Masyarakat Kubang Jaya
Gubernur LIRA Riau:
Herman Fadly Mengjarapkan Loyalitas, Militansi & Kekompakan Memajukan LSM-LIRA RIAU
Buntut Pengusiran Wartawan,
Ajudan Wakil Ketua DPRD Kota Pekanbaru di Polisikan
20:58 Ketua ICMI, Eric Suhenra Pertanyakan Kehadiran Adi Sukemi-M.Rais Setiap Penyerahan BLT-DD
04:55 Adi Sukemi ST,MM: Baca Dulu Fungsi Anggota Dewan Baru Bertanya
19:11 Eric Suhenra,S.I.Kom Pertanyakan Kinerja Anggota DPRD Riau Asal Dapil Siak-Pelalawan
15:39 H.Syafrizal,SE: Ada Politik Terselubung Pilkada Desember 2020
20:12 Pranseda S,SH: Pemangkasan Dana Publikasi di Dewan Mengundang Kekecewaan Media
01:45 H.Anton S. S.Ud: Jangan Jadikan Momen Penyerahan BLT-DD Covid-19 Alat Pilkada 2020
18:50 Samsul Bahri Sayangkan Pemangkasan Dana Media di Dewan
22:43 Adi Sukemi, ST,MM: Pemangkasan Dana Publikasi Media Instruksi Pemerintah Pusat
21:57 Hardian Syahputra ST,MT: 15 Paket Pekerjaan Fisik T.A 2020 Sudah Selesai di Uplod di ULP
22:11 Ishar D Meminta Boikot Pemberitaan Kegiatan Seremonial Dewan
06:44 DPP MOI Yakini 210 Wartawan Siap Mengikuti Program UKW
20:06 AKBP Indra Wijatmiko Janjikan Umroh Gratis Untuk Penangkap Narkoba 2 Kg
22:26 Nophy T Suoth,SH,MH: Perkara Karhutla PT Adei Platations And Industry Memasuki Tahap II
02:37 AKBP Indra Wijatmiko,SH,SIK Irup Upacara Kenaikan Pangkat Personil Polres Pelalawan
04:04 LSM-KPK Meminta Keterlibatan Kasmarni di Kasus Hutan Bengkallis Dibuka Kembali
05:46 SYAMSIR Sosialisasikan Pencegah Covid-19 Melalui Lagu Ciptaanya Judul: Ayo Pakai Masker
20:23 Pesawat Tempur Milik TNI-AU Meledak dan Menimpa Pemukiman Masyarakat Kubang Jaya
20:28 Polsek Pkl Kuras Berhasil Tangkap 2 Pelaku Curanmor
19:31 AKP M.Faizal Ramzani Torehkan Prestasi dan Apresiasi Penangkapan Narkotika di Wilkumnya
03:26 Kapolres AKBP Indra Wijatmiko,SH,S.Ik Salurkan bantuan Sembako Beras Sebanyak 11 Ton
Home | Politik | Ekonomi | Olahraga | Pendidikan | Budaya | Hukum | Hiburan | Nasional | Internasional | Galeri Foto | Tokoh | Opini | Pekanbaru | Pelalawan | Dumai | Bengkalis | Siak | Kampar | Inhu | inhil | Kuansing | Rohul | Rohil | Meranti | Surat Pembaca | Redaksi