OPINI: Yulianus Halawa
Murtad Manusia & Coronavirus Desease C19
Penulis: Redaksi Yulianu | Rabu, 01 April 2020 | 05:55 WIB Dibaca: 165 kali

Doc foto Pimpinan Umum Redaksi Ungkap Riau.

Tidak seorangpun manusia mengetahui rencana Tuhan terhadap kehidupan seluruh makhluk hidup di dunia yang fana ini. 

 

Penghuni dunia fana ini hanya bisa merenungkan apa yang terjadi setelah cobaan datang dan menghampiri jiwanya, karena tanpa disadari dunia ini, dikotori oleh lumuran dosa manusia.

 

Kesadaran manusia berada dalam lumuran dosa, hanya ketika menghadapi sesuatu bentuk cobaan yang menggoncang jiwanya. Seperti bencana Gempa Bumi misalnya, Tsunami, Gunung meletus, Banjir Bandang dan beberapa bencana lainnya yang mengancam kehidupannya.

 

Bencana alam yang beberapa kali terjadi sebelumnya itu dan paskah terjadinya bencana terrsebut, seluruh makhluk hidup yang ada di dunia fana ini, berteriak saat berdoa untuk memohon pengampunan dosa dengan berkata "TUHAN!!!" tolonglah hambamu ini, jauhkanlah kami dari segala marabahaya.

 

Narasi Doa-doa ini, selalu terdengar dan terpanjatkan kepada Tuhan oleh manusia saat sedang menghadapi bencana yang mengancam jiwa manusia. 

 

Setelah bencana itu datang dan mulai terlihat ada yang berdoa sujud kepada Tuhan untuk memohon pengampunan sehingga tempat-tempat pergumulan doa yang antara lain seperti Gereja, Masjid dan tempat-tempat pergumulan lainnya terlihat ramai dikunjungi jemaatnya dalam menunaikan ibadah disana. 

 

Setelah 1-2-3 tahun kejadian bencana tersebut dilalui misalnya dan mulai terlihat Gereja, Masjid dan tempat-tempat pergumulan doa lainnya berangsur sepi, karena musibah dianggap sudah berlalu.

 

Contohnya di awal tahun 2020 ini. Dunia digoncang oleh bencana non alam yaitu wabah virus corona covid-19. Virus berbahaya ini, membuat seluruh dunia menangis dan berteriak menyampaikan suatu menghimbau agar seluruh penghuni dunia fana ini berdoa dan mengurangi aktifitas diluar rumah karena takut akan ancaman wabah virus yang mematikan itu. 

 

Wabah Virus Corona ini, menjadi maut bagi makhluk hidup penghuni dunia fana ini. Walaupun tidak disadari bencana non alam ini bahwa sebagai bentuk peringatan yang kesekian kalinya terhadap umat manusia agar bertobat. 

 

Sebelum bencana non alam ini datang menggoncang dan menghampiri seluruh umat manusia, banyak oknum-oknum pemerintah yang hanya disibukkan dengan ambisius haus kekuasaan.

 

Selain haus kekuasaan dan juga melakukan perbuatan-perbuatan zholim dengan mengambil hak-hak anak yatim piatu, mengambil hak-hak janda, hak-hak masyarakat miskin. Bahkan melakukan perbuatan-perbuatan tidak tepuji seperti korupsi dana jamaah haji, melakukan korupsi pengadaan buku injil (Alquran), korupsi dana ABPD, APBN dan berbagai perbuatan dosa lainnya yang besar potensi bala dari tuhan datang karena dunia fana ini dikotori oleh berbagai dosa manusia.

 

Ancaman virus corona covid-19 ini, sangat begitu mencekam dan menakutkan. Bahkan ada negara yang telah berlakukan Lockdown di wilayahnya dan ada juga yang sedang rencanakan Lackdown untuk pencegahan penyebaran virus mematikan itu. 

 

Wabah virus corona Covid-19 ini, sangat besar pengaruhnya dalam segala lini akses pelayanan dan termasuk kelumpuhan ekonomi dunia yang sangat mencekam dan menakutkan.

 

Langkah pemerintah mencegah penyebaran wabah virus corona covid-19 ini. Tidak tanggung-tanggung di bergaia daerah kabupaten dan kota mengalokasikan anggaran hingga mencapai puluhan milir dana APBD di daerahnya untuk pencegah corona virus covid 19. Bahkan baru-baru ini di provinsi Riau, secara serentak melaksanakan penyemprotan Disinfektan di sepanjang jalan protokol perkotaan sebagai langkah serius pemerintah dalam pencegahan penyebaran virus corona itu.

 

Pantauan Pimpinan Umum Redaksi Ungkap Riau terkait langkah pencegahan penyebaran wabah yang menakutkan ini, sangat baik dan benar jika diselaraskan dengan penghentian sementara waktu  Jalur-jalur lalu lintas dalam membatasi masuknya Orang Asing (OA) melalui jalur pelabuhan, Bandara Udara dan pintu-puntu masuk diperbatasan lainnya demi kesiangaan dan antisipasi masuknya virus yang meresahkan itu. 

 

Pencegahan penyebaran virus corona yang sedang giat penyemprotan Disinfektan di sepanjang badan jalan perkotaan kecamatan, kabupaten dan provinsi. Namun hal itu, dinilai sia-sia jika penyemprotan Disinfektan itu diatas jalan aspal.

 

"Jika penyemprotan disinfektan hanya diatas aspal saja dan tentu uang negara yang dialokasikan puluhan milyar di masing-masing pemerintah daerah dan ditambah dengan bantuan-bantuan dari pihak perusahaan swasta, dipastikan tidak memberikan manfaat yang lebih baik."

 

Sejatinya Disinfektan ini harus ditempat-tempat yang sering interaksi manusia seperti warung kopi, pintu-pintu puskesmas, Rumah Sakit, pintu-pintu kantor pemerintahan, kantor lembaga, kantor organisasi paguyuban, perumahan rakyat dan terlebih yang menjadi prioritas adalah seluruh bilik ATM, Bank-Bank pemerintah maupun swasta dan tempat perbelanjaan seperti INDOMARET dan ALFAMART. 

 

Penyemprotan Disinfektan ini di sepanjang jalan perkotaan, menjadi topic pembicaraan masyarakat karena dinilai puluhan rubu atau ratusan ribu liter disinfektan terbuang secara sia-sia diatas jalan aspal. 

 

Alasan masyarakat menyebut disinfektan ini tidak bermanfaat dalam pencegahan penyebaran wabah corona ini terhadap manusia karena penyemprotannya diatas badan jalan yang hanya menyelamatkan para para semut dan lalat saja. Sementara di bilik ATM dan Loket-loket Bus, perhotelan tidak dilakukan.

 

Penyemprotan Disinfektan ini, merupakan sebuah harapan masyarakat terhadap langkah pemerintah dalam mencegah penyebaran virus ini. Harapan lainnya agar giat penyemprotan Disinfektan itu bukan hanya bentuk melengkapi SPJ penggunaan uang APBD-APBN saja. "Rakyat menginginkan uang mereka yang dikelola melalui pemerintah dapat terarah dalam sasaran dan tidak sia-sia penggunaanya melawan virus corona covid-19 ini."

 

Mirisnya, masing-masing korban terjangkit wabah coronavirus Desease (Covid-19) ini, sepertinya sesuatu penyakit langka yang memalukan korbannya maupun keluarga korban jika sudah menular. Ini, kan bukan sesuatu penyakit yang terwariskan turun temurun. 

 

Pasalnya, setiap korban yang sedang Orang Dalam Pengawasan (ODP) Corona Virus Desease (Covid19) maupun Pasien Dalam Pemantauan (PDP) tidak terpublikasikan nama dan alamat korban tanpa alasan yang jelas?. 

 

Pemerintah, harus berani rilis gejala penyakit yang diderita pasien dan Nama-nama pasien di setiap Rumah Sakit (RS). Apalagi di suasan kondisi yang mencekam ini. Jika pasien yang sedang ODP dan PDP tersebut tidak dijelaskan dan dikhawatirkan sinkronisasi laporan penggunaan dana APBD dan APBN untuk penanggulangan wabah virus ini tidak tertata dengan baik.***

*
[ Kembali ]
Berita Lainnya
Imbas Corona Terhadap Ekonomi Masyarakat
Presiden Jokowi Sampaikan Kebijakan Pemerintah Ditengah Pandemi Covid-19
Abrakadabra
Saksi Ahli ITE Berubah Jadi Saksi Ahli Pidana
Kepala Polisi Republik Indonesia
Jenderal Pol Idham Aziz Apresiasi Inovasi Polda Riau dan Seluruh Forkopimda Riau Cegah Karhutla
Sempena Hari Pers Nasional Tahun 2020
Lima Wartawan Senior asal Riau Terima Press Card Number One
Pimred www.liputanpersada.com
Moh. Sadli Saleh Dipenjarakan Bupati Buteng Karena Karya Jurnalistiknya
20:58 Ketua ICMI, Eric Suhenra Pertanyakan Kehadiran Adi Sukemi-M.Rais Setiap Penyerahan BLT-DD
04:55 Adi Sukemi ST,MM: Baca Dulu Fungsi Anggota Dewan Baru Bertanya
19:11 Eric Suhenra,S.I.Kom Pertanyakan Kinerja Anggota DPRD Riau Asal Dapil Siak-Pelalawan
15:39 H.Syafrizal,SE: Ada Politik Terselubung Pilkada Desember 2020
20:12 Pranseda S,SH: Pemangkasan Dana Publikasi di Dewan Mengundang Kekecewaan Media
01:45 H.Anton S. S.Ud: Jangan Jadikan Momen Penyerahan BLT-DD Covid-19 Alat Pilkada 2020
18:50 Samsul Bahri Sayangkan Pemangkasan Dana Media di Dewan
22:43 Adi Sukemi, ST,MM: Pemangkasan Dana Publikasi Media Instruksi Pemerintah Pusat
21:57 Hardian Syahputra ST,MT: 15 Paket Pekerjaan Fisik T.A 2020 Sudah Selesai di Uplod di ULP
22:11 Ishar D Meminta Boikot Pemberitaan Kegiatan Seremonial Dewan
06:44 DPP MOI Yakini 210 Wartawan Siap Mengikuti Program UKW
20:06 AKBP Indra Wijatmiko Janjikan Umroh Gratis Untuk Penangkap Narkoba 2 Kg
22:26 Nophy T Suoth,SH,MH: Perkara Karhutla PT Adei Platations And Industry Memasuki Tahap II
02:37 AKBP Indra Wijatmiko,SH,SIK Irup Upacara Kenaikan Pangkat Personil Polres Pelalawan
04:04 LSM-KPK Meminta Keterlibatan Kasmarni di Kasus Hutan Bengkallis Dibuka Kembali
05:46 SYAMSIR Sosialisasikan Pencegah Covid-19 Melalui Lagu Ciptaanya Judul: Ayo Pakai Masker
20:23 Pesawat Tempur Milik TNI-AU Meledak dan Menimpa Pemukiman Masyarakat Kubang Jaya
20:28 Polsek Pkl Kuras Berhasil Tangkap 2 Pelaku Curanmor
19:31 AKP M.Faizal Ramzani Torehkan Prestasi dan Apresiasi Penangkapan Narkotika di Wilkumnya
03:26 Kapolres AKBP Indra Wijatmiko,SH,S.Ik Salurkan bantuan Sembako Beras Sebanyak 11 Ton
Home | Politik | Ekonomi | Olahraga | Pendidikan | Budaya | Hukum | Hiburan | Nasional | Internasional | Galeri Foto | Tokoh | Opini | Pekanbaru | Pelalawan | Dumai | Bengkalis | Siak | Kampar | Inhu | inhil | Kuansing | Rohul | Rohil | Meranti | Surat Pembaca | Redaksi