Pelalawan (ungkapriau.com)- Rangkaian acara Peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) Kabupaten Pelalawan ke-27, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten pelalawan, menggelar Rapat Paripurna Istimewa di Gedung Kantor DPRD Kabupaten Pelalawan pada 10 Oktober 2026.
Hari Ulang Tahun Kabupaten pelalawan ke-27 ini, menjadi sejarah berpisahnya Kabupaten Pelalawan dari Kabupaten induk yaitu Kabupaten Kampar. Sehingga disetiap 12 oktober. Pemerintah daerah, Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) dan seluruh elemen masyarakat melaksanakan acara seremonial dengan tujuan mengajak seluruhnya untuk emperkuat sinergi dalam melanjutkan pembangunan serta meningkatkan Ekonomi dalam mewujudkan kesejahteraan masyarakat.
Komitmen pemerintah dan Lembaga Legislator ini, tersampaikan lewat Rapat Paripurna Istimewa DPRD Kabupaten Pelalawan yang di pimpin langsung oleh Ketua DPRD Pelalawan, H. Syafrizal, SE, didampingi Wakil Ketua I Baharudin, SH, MH, dan Wakil Ketua II Tengku Azriwardi, ST.
Dalam peringatan hari jadi Kabupaten pelalawan tahun ini, mengusung TEMA: “Mola Awak Bangun Pelalawan” dari arti bahasa asli melalu ini itu merupakan ajakan terhadap seluruh elemen daerah memperkuat kebersamaan, gotong royong, dan kolaborasi demi kemajuan Kabupaten Pelalawan yang dikenal dengan julukan Negeri Seiya Sekata.
Rapat paripurna yang digelar Dewan Perwakilan Rakyat Daerah ini, dihadiri Bupati Pelalawan H. Zukri, Wakil Bupati H. Husni Tamrin, Sultan Pelalawan Assayidis Syarif Kamaruddin Harun, perwakilan Pemerintah Provinsi Riau, perwakilan pemerintah kabupaten tetangga, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), tokoh pendiri kabupaten, tokoh agama, tokoh masyarakat, pemuda, mahasiswa, serta undangan lainnya.
Mewakili Gubernur Riau, hadir Asisten II Bidang Perekonomian dan Pembangunan Sekretariat Daerah Provinsi Riau, Drs. H. Helmi D, M.Pd.
Dalam sambutannya, Ketua DPRD Pelalawan H. Syafrizal mengapresiasi seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam perjalanan pembangunan Kabupaten Pelalawan. Ia menegaskan bahwa peringatan hari jadi tidak seharusnya hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengevaluasi capaian pembangunan dan mengidentifikasi berbagai persoalan yang masih perlu diselesaikan.
Syafrizal mengingatkan bahwa Kabupaten Pelalawan terbentuk melalui pemekaran dari Kabupaten Kampar berdasarkan Undang-Undang Nomor 53 Tahun 1999. Sejak berdiri, daerah ini terus berkembang melalui berbagai tahapan pembangunan yang membutuhkan dukungan dan partisipasi seluruh elemen masyarakat.
Sebagai lembaga legislatif, DPRD Pelalawan berkomitmen menjalankan fungsi legislasi, anggaran, dan pengawasan guna memastikan penyelenggaraan pemerintahan berjalan sesuai ketentuan serta berorientasi pada kepentingan masyarakat.
“Hingga saat ini, DPRD bersama pemerintah daerah telah membahas dan menyetujui sebanyak 340 rancangan peraturan daerah menjadi peraturan daerah,” ungkap Syafrizal.
Politisi PDI Perjuangan tersebut juga mengajak pemerintah daerah, instansi vertikal, dunia usaha, dan masyarakat untuk memperkuat koordinasi dalam menghadapi tantangan pembangunan yang semakin kompleks.
| Baca juga: | |
| DPRD Pelalawan Gelar Rapat Paripurna | |
| DPRD Pelalawan Laksanakan Rapat Paripurna Istimewa | |
| Polresta Pekanbaru Gelar Kegiatan Yasinan dan Ceramah Agama | |
Sementara itu, Bupati Pelalawan H. Zukri menyoroti dinamika pembangunan yang terus berkembang, mulai dari tantangan ekonomi dan perubahan sosial hingga kemajuan teknologi digital. Menurutnya, perkembangan tersebut menuntut pemerintah daerah untuk menghadirkan pelayanan publik yang lebih cepat, transparan, dan mudah diakses.
Zukri menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan tidak cukup diukur melalui angka statistik dan laporan administratif. Hal yang lebih penting adalah memastikan manfaat pembangunan benar-benar dirasakan masyarakat, termasuk warga di wilayah pedesaan dan daerah yang masih membutuhkan perhatian pemerintah.
“Pemerintah Kabupaten Pelalawan berkomitmen penuh untuk terus berbenah dan fokus memastikan hasil-hasil pembangunan dapat dirasakan langsung hingga ke pelosok desa,” tegas Zukri.
Dalam pidatonya, Zukri memaparkan sejumlah indikator makro pembangunan Kabupaten Pelalawan. Berdasarkan data yang disampaikannya, pertumbuhan ekonomi Pelalawan pada 2025 mencapai 4,96 persen, lebih tinggi dibandingkan rata-rata Provinsi Riau sebesar 4,74 persen.
Sementara itu, angka kemiskinan tercatat sebesar 7,24 persen dan tingkat pengangguran terbuka sebesar 2,42 persen.
Capaian tersebut menjadi gambaran perkembangan ekonomi dan sosial daerah. Meski demikian, pemerintah tetap menghadapi tantangan untuk menjaga pertumbuhan ekonomi, memperluas kesempatan kerja, meningkatkan kesejahteraan masyarakat, dan memastikan pemerataan pelayanan dasar.
Di bidang pelayanan publik, Pemerintah Kabupaten Pelalawan menghadirkan layanan Klik Pelalawan sebagai sarana pengaduan masyarakat terkait persoalan pembangunan sekaligus media komunikasi antara pemerintah dan warga.
Melalui layanan tersebut, masyarakat diharapkan dapat menyampaikan keluhan dan aspirasi secara lebih mudah sehingga persoalan yang terjadi di lapangan dapat diketahui dan ditindaklanjuti oleh perangkat daerah terkait.
Zukri juga menegaskan sejumlah prioritas pembangunan, antara lain peningkatan kualitas sumber daya manusia, pengurangan kemiskinan ekstrem melalui bantuan sosial dan beasiswa pendidikan, penguatan pelayanan kesehatan, serta percepatan pembangunan infrastruktur jalan strategis dan konektivitas antarwilayah.
Berbagai prioritas tersebut diarahkan untuk memperluas akses masyarakat terhadap pendidikan dan pelayanan kesehatan, meningkatkan aktivitas ekonomi, serta membuka peluang bagi masyarakat untuk memperbaiki taraf hidup.
Selain itu, Zukri menyampaikan apresiasi kepada Pemerintah Provinsi Riau dan pemerintah kabupaten tetangga atas dukungan serta kerja sama yang telah terjalin. Ia menilai kolaborasi antardaerah diperlukan untuk mengoptimalkan potensi ekonomi dan meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.
Peringatan HUT ke-27 Kabupaten Pelalawan menjadi pengingat bahwa pembangunan daerah membutuhkan kesinambungan program, tata kelola pemerintahan yang baik, dan keterlibatan masyarakat. Pembangunan tidak hanya berfokus pada infrastruktur, tetapi juga harus mencakup peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan ekonomi masyarakat, dan pemerataan kesejahteraan.
Melalui tema “Mola Awak Bangun Pelalawan”, pemerintah daerah mengajak seluruh elemen masyarakat menjaga persatuan dan memperkuat semangat gotong royong. Sinergi antara pemerintah, DPRD, dunia usaha, tokoh masyarakat, pemuda, dan warga diharapkan menjadi kekuatan dalam mewujudkan pembangunan yang sesuai dengan kebutuhan masyarakat.
Upaya tersebut sejalan dengan visi Pelalawan Menawan 2029, yakni Pelalawan Maju, Ekonomi Mandiri, Aman, Nyaman, Bermarwah, dan Berkelanjutan. Visi itu diharapkan dapat diwujudkan melalui program pembangunan yang terarah dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. (Parlementaria)***
| Polres Pelalawan Adakan Bhakti Sosial di Panti Asuhan Salsabila | |
| Camat Teluk Meranti Pimpin Upacara Hari Jadi Kabupaten Pelalawan ke-27 | |
| Polres Pelalawan Ciduk Pelaku Curat Bobol Toko Sembako di Jl.Akasi | |
| Lepas Kirab Budaya, Tandai Dimulainya Rangkaian Helat Pelalawan ke-27 | |
| Ribuan Peserta Pawai Dari Taman Kenangan Hingga Misi Soccer | |
| Polres Pelalawan Ungkap 2 Kasus Dugaan Penyalahgunaan Niaga BBM Bersubsidi | |
| 4 Bakal Calon Kepala Desa Teluk Binjai Dan Pencabutan Nomor Urut Di Tetapkan | |
| AKBP Ahmad Nur Ari Resmi Melantik AKP Zul Hendra Jadi Kapolsek Pangkalan Kerinci | |
| AKBP Ahmad Nur Ari Resmi Melantik AKP Zul Hendra Jadi Kapolsek Pangkalan Kerinci | |
| AKBP Ahmad Nur Ari Gandeng Insan Pers Perkuat Sinergi Jaga Kamtibmas | |














