Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Direktur Formasi Riau
Dr. M. Nurul Huda,SH.MH Meminta Kejaksaan Ungkap Dugaan Korupsi APBD dan APBN di Riau

Redaksi UR Yulianus
Kamis, 26 Nop 2020 09:15 WIB | dilihat: 8219 kali
Foto: Dr. Muhammad Nurul Huda SH.MH berjanji mengibuli rambutnya jika Kejaksaan di Riau berhasil tersangkakan Bupati dan Walikota aktif dalam kasus dugaan korupsi APBD dan APBN di Riau

PEKANBARU, ungkapriau.com - Direktur Formasi Riau, Dr.Muhammad Nurul Huda,SH,MH, meminta keseriusan Kepala Kejaksaan Negeri di kabupaten-kota yang ada di Provinsi Riau untuk membuktikan kesungguhan dalam mengungkap dugaan kasus korupsi penggunaan dana APBD dan APBN di wilayah tugasnya.

Dasar M.Nurul Huda meminta keseriusan para Kepala Kejaksaan itu karena ia menduga adanya penggunaan anggaran APBD dan APBN yang sebenarnya tidak tepat sasaran. Ditambah lagi pada situasi Covid-19 dan momen pilkada saat ini.

Tantangan kepada para Kepala Kejaksaan yang ada di Provinsi Riau itu disampaikannya kepada media ini melalui WhatsApp pribadinya, sekitar pukul 17:07 WIB, Kamis (26/11/2020).

Disampaikannya, menyikapi adanya penggunaan APBD dan APBN yang dinilai tidak tepat sasaran, misalnya oleh masing-masing penguasa yakni Bupati dan Walikota di wilayah Riau, tentu tindakan penegak hukum seperti Kejaksaan dan Tipikor sedang dinanti-nanti oleh masyarakat.

Dosen Ahli Pidana penyandang gelar Doktor dari Fakultas Hukum Universitas Negeri Sebelas Maret di Solo itu, tantang dan minta kesungguhan seluruh Kejaksaan di Riau. Tak ayal, Dr.Muhammad Nurul Huda menegaskan bahwa akan menggunduli atau membotak kepalanya jika ada Kepala Kejaksaan di Provinsi Riau yang berhasil mengusut kasus korupsi, dan membuat Bupati atau pun Walikota aktif menjadi tersangka.

"Benar ya. Ini sebagai tantangan saya kepada Kepala Kejaksaan di Riau. Bila ada Kejaksaan Negeri di Riau yang berhasil mentersangkakan Bupati Aktif yang disebabkan kasus dugaan tindak pidana korupsi, maka saya menggunduli kepala saya sebagai penebus kesalahan," ungkapnya dalam narasi peduli pemberantasan korupsi anggaran APBD dan korupsi APBN di Riau.

Menurut pria yang sudah cukup banyak memperoleh prestasi di usia yang masih muda dan sudah tidak asing lagi dikalangan publik hingga dikalangan sesama aktivis di Riau itu, mengaku akan terus menyuarakan tantangan tersebut hingga ada tindakan nyata oleh para Kepala Kejaksaan yang ada dii Riau.

"Kami dari Formasi Riau (Pegiat anti korupsi) terus mengulang-ngulangi sikap dan pernyataan menggunduli rambut kepala ini sebagai bentuk kritis sehat kepada pemangku kekuasaan demi merubah akhlak yang buruk dalam penanganan dugaan-dugaan korupsi di Provinsi Riau," ujarnya.

Ia juga mengingatkan kepada seluruh kepala daerah yang ada di wilayah Riau agar tidak menyalahgunakan dana APBD dan APBN dimasa pandemi Covid-19, terlebih lagi untuk kepentingan politik.

"Ingat, APBD dan APBN adalah uang negara yang berguna untuk kemajuan pembangunan daerah dan kebutuhan masyarakat, apalagi di masa Covid-19 ini.

Kemudian, uang negara juga bukan milik pribadi dan bukan untuk menjadi dana politik. Ingat, jadi pemimpin jangan kotor," tegasnya.

Terlepas dari itu, ia juga mengucapkan terimakasih kepada media yang menjadi mitra Formasi Riau selama ini.

"Atas nama direktur dan seluruh pengurus Formasi Riau mengucapkan terima kasih kepada teman-teman media yang telah mendukung penuh aktivitas Formasi Riau dalam kegiatan menyangkut pemberantasan korupsi di wilayah Provinsi Riau selama ini," pungkasnya berterima kasih.

Tantangan dan juga kritik-kritik keras yang sering dilontarkan oleh pria bergelar Doktor ini, pada dasarnya hanya menginginkan roda pemerintahan yang bersih dari berbagai aspek, baik itu untuk kemajuan pembangunan daerah dan kesejahteraan masyarakat.

Dr.Muhammad Nurul Huda,SH,MH ini dapat disebut sebagai aset bagi pemerintah Provinsi Riau. Bahkan orang yang sering mengkritisi kinerja buruk pemerintah ini juga menjadi aset bagi pelaku Jurnalistik. Pasalnya, Dosen Ahli Pidana tersebut sering kali tampil sebagai narasumber terpercaya di berbagai media cetak maupun di era media online saat ini. 

Dosen pengajar tentang Hukum Pidana ini juga kerap menjadi saksi ahli dalam membantu masyarakat yang kurang mampu, serta aktif berorganisasi yang berhubungan dengan dunia hukum dan sebagainya. Ia merupakan Dosen di Fakultas Hukum UIR dan Dosen Magister Ilmu Hukum (S2) Pascasarjana UIR.

Bukan hanya itu saja, ia juga merupakan Dosen Magister Ilmu Hukum (S2) Pascasarjana Universitas Riau (UNRI) 2017-2018 di Kota Pekanbaru dengan Mata Kuliah yang diajar Hukum Pidana, Delik-Delik Dalam KUHP, Hukum Acara Pidana, Tindak Pidana Korporasi, Kejahatan Transnasional, Sistem Peradilan Pidana, Hukum Pidana Internasional, Hukum dan HAM, Delik Ekonomi, Tindak Pidana Korupsi, Kapita Selekta Hukum Pidana, Pengantar Filsafat dan Logika, Sosiologi Hukum dan beberapa lainnya.

Selain mengajar, ia juga menjadi pembimbing Skripsi dan Tesis pada Prodi S1 Hukum dan S2 Magister Hukum UIR.

Dr. Muhammad Nurul Huda, SH.MH, lahir di Bangko Jaya, Kabupaten Rokan Hilir, Provinsi Riau, pada tanggal 15 April 1987 dari pasangan H. Arifin Ahmad dan ibu bernama Ida Surya.

Riwayat pendidikannya, Sekolah Dasar Negeri (SDN) 056 (Selesai tahun 1998), SMP Babussalam (Selesai tahun 2002), SMAN 1 Bangko Pusako (Selesai tahun 2005) yang kemudian melanjutkan S1 (Selesai tahun 2010 di Fakultas Hukum UIR), S2 (Selesai tahun 2011 di Program Pascasarjana Fakultas Hukum Universitas Negeri Sebelas Maret) dan S3 (Selesai tahun 2016 di Program Pascasarjana Doktor Ilmu Hukum Fakultas Hukum Universitas Negeri Sebelas Maret di Solo). (Yul) 



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved