Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Isu Pungli Sering Terdengar
Yang Terjadi di Dinkes Pelalawan Saat H. Asril. S. Km. M. Kes Sebagai Sekretaris

tim urc 05/11/.
Jumat, 05 Des 2014 | dilihat: 3119 kali

Isu dugaan pungutan liar (pungli) kerap kali terjadi dilingkungan Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan, disaat H. Asril.M. Kes menjabat sebagai skeretaris.

Salah satunya adalah pungli diseluruh puskesmas se Kabupaten Pelalawan pada tahun 2013, ia dikabarkan melakukan pengutipan, dengan dalih untuk disetorkan kepada Bupati Pelalawan
Sehingga pungli yang dilakukannya itu disampaikan dalam pandangan umum pada rapat paripurna, Senin 17/12/2013 tahun lalu.

Pandangan yang dibacakan anggota DPRD Pelalawan dalam Fraksi Pelalawan Bersatu (PB) mempertanyakan tentang pengutipan ilegal oleh pejabat terkait (H. Asril).

Pandangan umum rapat paripurna itu dihadiri Bupati Pelalawan, H. M Harris serta tamu undangan.

Fraksi Pelalawan Bersatu, mendapatkan laporan tentang adanya pungutan jatah untuk Bupati Pelalawan sehingga pejabat terkait (H. Asril. M. Kes) dan Anggota DPRD Pelalawan mempertanyakan langsung.

Pada kesempatan tersebut, salah satu Anggota DPRD Pelalawan, Indra, mengatakan, pungli yang dilakukan itu sudah berjalan selama 2013 dan tidak tertutup kemungkinan telah terjadi di tahun- tahun sebelumnya.

Seluruh anggaran dan pendapatan di 12 puskesmas dimintai oleh oknum pejabat tersebut secara rutin dengan menjual nama pimpinan. Dipastikan dana hasil kutipan itu masuk ke kantong beberapa oknum pejabat Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan. Tegas Indra

Lanjut Indra, pelayanan kesehatan di puskesma-puskesmas belum dirasakan sepenuhnya oleh masyarakat. Laporan lain yang masuk ke dewan yakni banyak sarana dan peralatan kesehatan yang tidak tersedia di unit pelayanan kesehatan itu. Bahkan, beberapa dokter serta kepala puskesmas membawa pulang perangkat kesehatan ke rumahnya untuk digunakan praktek pribadi.

Ketua Fraksi PB, H.

Husni Tamrin, SH, menegaskan, anggaran dari daerah, Provinsi dan Pusat sangat banyak ditambah lagi dari Kementerian Kesehatan untuk pengalokasian di Dinas Kesehatan Kabupaten Pelalawan, namun penggunaannya banyak tidak jelas atau transparan. Ia meminta persoalan-persoalan yang terjadi diinstansi tersebut ditanggapi serius,

Sementara itu Sekretaris Dinkes Pelalawan, H. Asril. M. Kes, menyatakan, tidak pernah terjadi aksi pungli terhadap puskesmas apalagi dengan alasan jatah pimpinan atau bupati. Karena pengambilans anggaran di setiap puskesmas langsung dilakukan oleh bendahara penerima dan transaksinya ditransfer ke rekening puskesmas atau disalin dalam bentuk cek.

Ia juga mengaku sudah mengecek soal isu pungli tetapi tidak ada pernah terjadi dan semuanya dilakukan secara transparan dan profesional, Terkait sarana dan peralatan kesehatan di puskesmas. Terkait seluruh puskesmas di Pelalawan telah dilengkapi alat-alaat kesehatan dan menangani pasien dengan baik. Dan untuk dokter atau kepala puskesmas, dilarang membawa pulang peralatan, kecuali puskesmas keliling. Pungkas Asril

Ditahun 2014 ini, terjadi lagi kasus dugaan suap dan penipuan tenaga honorer di Dinskes Pelalawan yang tengah ditangani oleh Tipidkor Polres Pelalawan

Dan Tipidkor Polres Pelalawan belum menahan para tersangka, alasannya, pembuktiannya belum kuat.

Saat dikonfirmasi Kanit Tipidkor Polres Pelalawan, Aipda Masril, Rabu (25/11) lalu melalui telpon genggamnya, mengatakan, bila kasus dugaan suap penerimaan tenaga honor yang tengah ditangani oleh pihaknya, belum dapat menahan tersangka karena pembuktiannya belum kuat.

“Kita telah memanggil 3 orang korban dan Sekretaris Diskes Pelalawan H. Asril.M. Kes pada 27/10 lalu, yang menurut korban bahwa Asril melalui staffnya Julia Fitri meminta uang sebesar Rp 20 juta. namun pembuktiannya belum kuat sehingga tersangka belum ditahan, dan kita masih menyelidiki kasus tersebut” katanya singkat

Kasus dugaan suap dan penipuan ini mencuat ketika salah satu korban penipuan penerimaan tenaga honorer Diskes Pelalawan bernama Intan mengadukan kepada Kepala Dinas Kesehatan dan Sekretaris Kabupaten Pelalawan, bahwa selama hamper satu tahun bekerja tidak menerima gaji, juga ketika ia hendak melamar sebagai tenaga honorer diminta uang sebesar Rp 20 juta oleh Julia Fitri staff Diskes Pelalawan, tujuan pemberian uang itu supaya Intan pasti diterima.

H. Asril, membantah keras bila menerima uang dari tenaga honor yang direkrut oleh Dinas Kesehatan seperti yang telah dilakukan Julia stafnya. Sebagai pimpinan di Diskes Pelalawan pihaknya tidak menerima uang dari tenaga honorer yang diberikan melalui Julia Fitri. Ia juga mengatakan tidak mengetahui tentang SK palsu yang diberikan oleh Julia Fitri kepada para honorer. (tim urc)



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved