Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Ketua GWI Riau Meninggal

Arifin
Jumat, 22 Feb 2013 | dilihat: 1045 kali
Foto: Alm Kamarudin Gulo

Pekanbaru - Setelah berjuang melawan penyakit lever yang menggerogoti tubuhnya selama tiga bulan terakhir, Ketua DPD Gabungan Wartawan Indonesia (GWI) Propinsi Riau, Kamarudin Gulo (38) akhirnya meninggal dunia pada hari Selasa (12/2/13) pukul 16.00 Wib. Berdasarkan keterangan isteri almarhum Dermawan Manalu, saat melayat di kediamannya Perumahan Gading Marpoyan Blok F 4 Nomor 23 Pasir Putih, kepergian sang suaminya itu, tak ia duga sama sekali. Menurutnya, seusai menjalani perawatan selama beberapa hari di Rumah Sakit Santa Maria pada bulan Nopember 2012 lalu, pemilik Tabloid Monitor News dan Portal www.patrolinews.com itu, sempat sehat. Bahkan sehari sebelum meninggal, Kamarudin sempat beraktifitas seperti biasa, ucap Dermawan. Namun entah apa yang muncul di pikirannya, tanpa mengeluh sedikitpun tiba-tiba saja Kamarudin minta kepada isterinya untuk berdoa. Permintaan itu pun diamini Dermawan yang diikuti oleh ketiga anak mereka. Sementara Kamarudin yang terlihat lemas hanya bisa komat kamit. Selang beberapa saat kemudian, Kamarudin membaringkan tubuhnya diruang tengah rumahnya seraya nonton TV. Ia pun minta isterinya membawakan segelas air minum. Nah, disaat minum itulah Kamarudin langsung memuntahkan air yang ia minum, kemudian menghembuskan nafas terakhirnya. Seolah tak percaya dengan kepergian sang suami, Dermawan pun mencoba meminta bantuan tetangganya. Para tetangganya berdatangan dan melihat kondisi Kamarudin. Hingga pada akhirnya para tetangganya itu meyakinkan Dermawan bahwa suaminya sudah pergi untuk selama-lamanya. Bak disambar petir di siang bolong tangis pun pecah seketika bersama ketiga anaknya. Kabar duka ini pun langsung menyebar ke berbagai elemen masyarakat, termasuk teman seprofesi almarhum. Dan benar saja, hanya sekitar dua jam setelah meninggal, kediaman Kamarudin langsung dipenuhi para kerabat, termasuk dari instansi pemerintahan. Salah seorang teman almarhum, Jasril, mengaku dirinya sempat bersitegang dengan sang penelepon saat dirinya dikabari bahwa Kamarudin sudah meninggal. Ia mengatakan, awalnya ia tak percaya dengan kabar duka tersebut. “Awalnya saya tak percaya, karena sehari sebelumnya Kamarudin sempat ngantor dan terlihat sehat. Akan tetapi, setelah beberapa rekan lainnya mengabarkan kabar serupa, makanya saya melayat kesini”, ujar Jasril sedih. Kesedihan atas meninggalnya Kamarudin bukan saja dirasakan oleh isteri dan ketiga anaknya, melainkan oleh sejumlah masyarakat yang pernah mengenalnya. Mereka menilai, Kamarudin merupakan sosok yang patut ditiru dalam membangun kebersamaan dan mampu memimpin. Sikap kepemimpinan itu juga terlihat dari tongkat kepemimpinan GWI Riau yang sebelumnya dipegang Anotona Nazara hingga 2009 masih dipercaya kepada pemilik Tabloid Monitor News tersebut, ucap Overius, salah seorang teman Kamararudin lainnya. Hal lain yang patut ditiru adalah pada pergaulan sehari-hari. Jika salah seorang rekannya mengalami kesulitan, ia tak segan-segan memberikan pertolongan. Begitu juga ketika muncul suatu masalah, Kamarudin kerap menjadi mediator untuk mencarikan solusi, ujar Jon W, teman almarhum semasa masih hidup. Sementara itu, sesuai kesepakatan dengan tokoh masyarakat Nias Kecamatan Siak Hulu, Anotona Nazara SE bersama tokoh masyarakat setempat, pemakaman Kamarudin dilakukan pada Kamis sore, Kamis (14/2) di Pasir Putih. Berdasarkan pantauan lapangan, meski diwarnai hujan lebat, namun prosesi pemakaman baik secara adat maupun secara ibadah tetap berlangsung. Selamat jalan saudaraku, semoga amal ibadahMu diterima di sisi Tuhan dan keluarga yang ditinggalkan diberi ketabahan. Amin.

Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved