Redaksi | Pedoman Media Siber | Disclamair | Kontak
Disinyalir Kangkangi UU No 13 Tahun 2003
SPPI Bersama Buruh Gelar Mogok Kerja Dikebun KAK

Abdul
Senin, 20 Mar 2017 | dilihat: 3071 kali
Foto: Persiapan demo yang dilakukan SPPI bersama tenaga kerja KAK dan persiapan personil keamanan (kanan bawah) dari pihak jajaran Polres Kabupaten siak.

SIAK, UNGKAP RIAU - Sehubungan dengan perlakuan Perusahaan Kebun Koperasi Air Kehidupan (KAK) KM-18, Waduk, Kampung Sam-sam, Kecamatan Kandis, Kabupaten Siak terhadap tenaga kerjanya. Serikat Pekerja Perjuangan Indonesia (SPPI) menggelar Orasi besar-besaran bersama tenaga kerja di KAK, Senin (21/03/2017).

Rencana melakukan Orasi Demo ini berlangsung selama 3 hari dari tanggal 21 hingga 23 Maret. Orasi tersebut berhubungan dengan tindakan pihak managemen Aek Natio Grup (KAK) yang mana dianggap telah melakukan pembodohan terhadap seluruh tenaga kerjanya.

Demikian disampaikan Ketua Umum SPPI, Gunawan yang didampingi Wakil Ketua PUK SPPI, Anuar Gea pada dititik awal orasi kepada Ungkapriau.com bahwa pembodohan yang dilakukan oleh Perusahaan Koperasi Air Kehidupan (KAK) dirasakan seluruh tenaga kerjanya dan dianggap telah melakukan tindakan yang tidak berprikemanusiaan kepada para tenaga kerjanya.

Pasalnya, Perusahaan Koperasi Air Kehidupan ini, Hak Upah tidak mengikuti aturan Undang-undang ketenaga kerjaan Nomo 13 Tahun 2003.

Ia menjelaskan, tenaga kerja yang bekerja di KAK itu tidak diikutsertakan dalam Program BPJS. Selain daripada itu, tenaga kerja yang telah lama bekerja hingga puluhan tahun tidak mendapatkan peningkatan status jabatan sebagaimana seharusnya ketentuan dalam Undang-undang ketenaga kerjaan.

Anehnya, para pekerja yang tergabung dalam organisasi Serikat Pekerja Perjuangan Indonesia (SPPI) akan dilakukan mutasi dengan dalih perusahaan untuk melalukan penyegaran terhadap tenaga kerja.

Ia menyampaikan, SPPI bersama tenaga kerja KAK melakukan orasi pada tanggal 21 hingga 23 Maret tersebut untuk menuntut Hak-hak tenaga kerja yang dinilai diabaikan oleh Managemen Perusahaan KAK.

"Ya, yang akan kita tuntut dalam orasi ini nantinya adalah pihak KAK harus meningkatkan status pekerja menjadi karyawan permanen, tenaga yerja harus diikutsertakan dalam Program BPJS,  selanjutnya membatalkan/mencabut rencana PHK serta mutasi para pengurus Serikat SPPI," terangnya kepada Ungkap Riau.

Adapun tuntutan lain dalam tujuan orasi tersebut adalah pihak managemen KAK harus memperhatikan kesejahteraan tenaga kerja dengan berbagai Fasilitas yang memadai. "Seperti kesehatan para tenaga kerja, Air bersih, Rumah Layak Huni (RLH), penyediaan mobilisasi untuk anak-anak sekolah dan Rumah Ibadah khususnya di Devisi 6-7 yang mana sampai saat ini tidak ada," bebernya.

Lanjutnya, di Perusahaan Koperasi Air Kehidupan yang terletak di KM 18 Kampung Waduk Sam-sam, Kec. Kandis ini, rata-rata Gaji Pokok hanya Rp. 68.000 dengan perbulan Rp. 1.700.000.

Dalam orasi SPPI ini, massa yang diturunkan oleh Ketua SPPI mencapai 1000 Orang ditambah dengan para Koordinator lapangan (Korlap) dan dipimpin langsung oleh Ketua SPPI, Indra Gunawan Sinulingga yang didampingi oleh Ketua PUK SPPI oleh Tamrin Hutabarat.

Untuk keamanan dan mengantisipasi tidak terjadinya tindak anarkis dari para peserta demo, jajaran Polres Kabupaten Siak menurunkan kurang lebih 300 personil dengan satu unit mobil air Water Canon. Urc

 



Rekomendasi untuk Anda


Connect With Us





Copyright © 2013 PT. Ungkap Riau Media
All right reserved